mengapa engkau tak mampu mengucapkan kasih yg telah engkau rasakan
bukankah engkau mengajarkan sebuah kejujuran
cinta termanis tidak akan pernah kita rasakan untuk kedua kali
namun cinta itu akan terlahir untuk kesekian kali
mungkin terasa hambar, namun itulah sebuah pemahaman…
kita bukanlah yag pertama yg terlahir untuk sebuah cinta
namun kita ingin terlahir untuk yang terakhir demi sebuah kesetiaan cinta
meski ruang telah membatasi
meski waktu belum menjadi sebuah pemahaman abadi
meski masa belum berpijak dalam titian jalan ini
tetaplah menjadi dirimu yag tersenyum jika melihat bintang
tetaplah menjadi dirimu yg mencurahkan kasih jika mendengarkan nyanyian
tetaplah menjadi dirimu yang mampu mencurahkan cinta kasih dengan kejujuran
sesungguhnya seraya bayu yang berdesir menyambut datangnya kesejukan
aku menjelma dalam tiap cercah cahaya yang mengiringi bayu…
jika citamu terhenti dengan sebuah pemahaman yag tiada arti
raga inipun akan berhenti mengepakan sayapnya kembali
sejenak detak jantung ini berdegup mengingatmu, bukankah Engkau merasakan itu,,bidadariku…?
aku menemanimu di tiap malam yg gulita
jangan pernah merasa sendiri karena aku selalu bersamamu
menemani …
aku akan selalu bersama di tiap malam-mu
bersama bintang.. bersama senandung gubahanku…
Engkau tahu…
lumba-lumba kecil mengarungi belahan senja..
ia selalu belajar memahami masa dan musim
dengan suaranya ia memahami sekitar,
bukankah itu terasa sederhana…?
namun tahukah engkau itu sangat berarti untuknya…
dengan lentik matanya ia menerawang jauh ke depan
selayaknya…
keyakinan, kesungguhan, doa…
kita akan tertaut pada sebuah jalinan putihnya cinta
waktu akan menjawab semua,
tidakah air mata yang menetes tiada arti…?
tidakah tanya ingin menemukan jawabnya…?
aku sayang kamu….
aku mencintaimu karena aku mencintaimu…
