Seperti biasa. Aku menungguimu di batas senja. Saat kakimu mulai letih dan pundakmu kian rapuh. Kau kembali menemuiku. Memelukku dalam bisu. Lalu aku menatapmu. Lekat sekali. Menembus tiap batas asa di balik retinamu. Ada banyak resah juga takut dan tangis yang mungkin sudah sedari tadi siang kau tahan. Aku tak mau dunia menertawakan ketidakberdayaanku, begitu katamu. Selalu. Aku mengerti, sangat mengerti. Dan aku akan selalu menunggumu. Dulu kita sering menjelajah malam untuk sekedar menatap bintang atau terkadang mengusik kelam dengan tawa. Seringkali pula...
aku masih berpuisi walau tanpa kau disisi aku masih berpuisi walau kini kau telah pergi aku masih berpuisi walau kau telah sakiti hati aku masih berpuisi walau hanya bisa bermimpi berharap kau kembali aku masih bisa berpuisi karena aku masih mencintaimu sampai saat ini Read More →
“bukan tentang kau lakukan segalanya buatnya agar dia menyukaimu, bukan tentang apa saja yang sudah kau lakukan untuknya agar dia menyayangimu,, bukan tentang dia secantik apa dan kau sejelek apa agar dia mencintaimu,,, tapi bagaimana kau perlakukan dia sebagai seorang wanita ..” Read More →
Surat Cinta Seorang Mahasiswa Jurusan Fisika Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet yang berinduksi di antara kita Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2 Ah tak sebanding dengan momen cintaku Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro… Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku Seindah gerak harmonik sempurna tanpa...
