note: cerita, tokoh, nama karakter di sini adalah fiktif apabila terjadi kesamaan itu merupakan hal yg tidak disengaja, walaupun ada beberapa kenyataan di cerita ini. Chapter 1 Bangku itu telah kosong Sia-sia Sendy terus menerus ke ambang pintu. Seseorang yang dinantinya takkan pernah datang. Sia-sia ia berusaha menipu diri dengan menganggap realita itu adalah bagian dari mimpi. Namun disaat ia terjaga, saat mata telah terbuka, mimpi itu tidak pernah berakhir. Di bangkunya, Sendy duduk termenung seperti orang yang tak sadarkan diri. Terjatuh dalam mimpi...
