—DINI—(secuil kisah cinta, chapter 1)

note:
cerita, tokoh, nama karakter di sini adalah fiktif apabila terjadi kesamaan itu merupakan hal yg tidak disengaja, walaupun ada beberapa kenyataan di cerita ini.

Chapter 1

Bangku itu telah kosong

Sia-sia Sendy terus menerus ke ambang pintu. Seseorang yang dinantinya takkan pernah datang. Sia-sia ia berusaha menipu diri dengan menganggap realita itu adalah bagian dari mimpi. Namun disaat ia terjaga, saat mata telah terbuka, mimpi itu tidak pernah berakhir.

Di bangkunya, Sendy duduk termenung seperti orang yang tak sadarkan diri. Terjatuh dalam mimpi yang takkan berakhir itu. Mulai hari ini ia akan duduk sendiri. Sosok lembut serta ceria itu telah pergi, takkan pernah bisa ditemukkan walaupun betapa keras Sendy mencari.

Tinggal dalam kenangan, Hanya dalam ingatan.

Semua tawa dan pertengkaran. Semua lelucon dan keisengan konyol. Semua rahasia dan cerita. Semua dukungan dan pengertian. Semua kerinduan dan cinta. Sampai kesediahan ini hilang. Sampai kekosongan ini berangsur-angsur tersembuhkan.

Sendy mengatupkan kedua rahangnya kuat-kuat. Berusaha keras agar sakit dan sesak didadanya tidak meledak keluar.

“Gue duduk sini ya, Sen?” Andi tiba-tiba saja sudah berada disamping meja. Sendy mendongkak kaget. “Gue duduk sini ya?” Andi mengulangi permintaanya. Seketika Sendy menolak.

“Nggak. Jangan! Biarin aja ni bangku kosong!”

Sesaat Andi menatap Sendy, kemudian kembali ke bangkunya sendiri tanpa bicara apa-apa lagi. Ia tidak berusaha memaksa. Begitu juga teman-teman sekelas yang lain. Mereka biarkan Sendy tenggelam dalam kesedihannya. Karena, meskipun rasa itu juga dialami oleh seluru kelas, Sendy merasakannya lebih pekat dan dalam. Karena seseorang itu telah lama bersama-sama semenjak mereka kecil hingga sekarang. Seseorang itu telah menjadi roh bagi Sendy, bilamana tanpa dirinya raga ini tak akan bisa hidup.

Menjelang bel pelajaran pertama berbunyi. Sendy justru meninggalkan kelas. Tidak satu pun teman-temanya menghalangi. Tetapi sebelum ia pergi ia sempat berpesan. “Gue minta jangan ada yang duduk di bangku itu!” ucapnya dingin. Dengan wajah kaku dan kedua rahangnya mengeras, ia melangkah keluar kelas, menuju sisa-sisa bangunan lama yang masih berdiri. Sendy kemudian memasuki salah satu ruangan.

Dipandanginya ruangan yang dulu pernah menjadi ruang kelas itu. Kini ruangan ini kosong, berdebu, lenggang dan ditinggalkan. Tetapi dulu ruangan ini pasti penuh siswa yang kini sudah bergelar alumni dan entah tersebar di mana saja.

Pasti banyak sekali kenangan di ruangan ini. Milik para alumnus itu. Berapa banyak dari mereka yang pernah tertangkap menyontek di ruangan ini? Berapa dari mereka yang pernah kena marah guru? Berapa dari mereka yang pernah naksir teman sekelasnya sendiri? Seberapa konyol keisengan-keisengan yang pernah mereka lakukan? Seberapa riuh dan ingar-bingar keributan yang pernah mereka ciptakan?

Dan kenangan yang pernah ditinggalkan oleh seseorang didalam hati Sendy yang akan selalu terpatri hingga saat ini atau bahkan nanti saat raga telah berpisah dari sukma.

Ada sebentuk senyum muncul di mata sedih Sendy yang menerawang. Namun kenangan-kenangan itu kemudian membuatnya tidak sanggup lagi menahan kepedihan. Karena tak mungkin berteriak, akhirnya Sendy melepaskan rasa sesaknya dengan meninju dinding, kemudian menendang keras-keras meja-kursi rusak yang ditumpuk di salah satu sisi ruangan.

Tendangan itu menyebabkan kursi yang berada pada tumpukan paling atas jatuh berdebam. Salah satu kakai kursi yang rusak seketika patah. Sendy meraih kursi itu dan mematahkan kakinya yang lain. Dibantingnya patahan-patahan kaki kursi itu kuat-kuat dilantai.

Cowok itu mengamuk di luar kesadaran, dan baru berhenti setelah benar-benar lelah dan kedua kaki-tangannya sakit. Tubuhnya kemudian meluruh lunglai. Jatuh tertutuk di lantai. Sama sekali tidak mempedulikan dengan tebalnya debu dan kotoran.

Ke mana perginya orang-orang yang sudah meninggal? Mengapa harus dia yang pergi? Bukankah masih banyak yang lain? desisnya perih.

Tanya tanpa jawab. Atau bisa jadi justru banyak jawaban. Hingga akhirnya percuma saja ditanyakan. Karena akan membingungkan hingga akhirnya berujung dengan lagi-lagi tanpa jawaban.

Kepala Sendy tertunduk dalam. Susah payah ia menelan ludah. Tangis yang mati-matian ditahan membuat tenggorokkannya sakit. Dengan letih ia menyandarkan tubuh dan kepalanya ke dinding. Perlahan kedua matanya terpejam.

Dalam kegelapan, ia paksakan hatinya untuk berhenti bertanya kemana perginya orang-orang yang sudah meninggal. Namun gagal, karena sederet pertanyaan baru kemudian justru bermunculan.

Tidakkah mereka, orang-orang yang sudah “pergi” itu, juga meraskan kepedihan yang sama? Apakah mereka juga tetap mengingat dan menyimpan semua kenangan? Senyuman terakhir orang-orang yang mereka tinggalkan. Pelukan terakhir. Tawa terakhir. Percakapan, pertengkaran, kemarahan, kesedihan. Canda dan tangis.

Apakah mereka juga berusaha menembus bagian-bagian yang terputus itu? Berusaha menggapai kembali orang-orang yang mereka cintai. Berusaha berbicara. Sama seperti orang yang masih hidup, yang mereka tinggalkan, berusaha terus “mencari” dan “menghidupkan kembali” mereka yang telah pergi. Dengan segala cara.

Ke mana perginya jiwa-jiwa yang lepas dari badan?

Satu Tanya tanpa jawaban.

***

18 January 2010 at 14:43 - Comments

kisah cinta - Windows mode

baru mulai reboot ak langsung kau hadapkan pada dua pilihan:

start conversation normaly
start conversation using recommeded setting

aku pilih yg pertama

windows is starting up“…….

sampai di welcome menu ada dua user
aku coba memilih administrator, masukkan password
your password is wrong, check sentive case or hit the hint”
aku hanya bisa memilih guest account, paling tidak untuk sementara waktu

baru mulai masuk melihat wajah desktop-mu ak sudah diperingatkan:
windows recommed you to activate your firewall to enhanced your security
dan secara otomatis aktif, mempersulit aksesku untuk mengenalmu

aku pancet klik kanan “explore” untuk mengenalmu lebih jauh,,,
untuk mengetahui file2 apa saja yang ad di “my favourite music” mu
untuk mengetahui file2 apa saja yang ad di folder “movie colection” mu
untuk mengetahui isi history-mu, mengenal tempat2 yang kau sukai untuk dikunjungi
dengan harapan aku bisa mendekatimu …..

(more..)

12 January 2010 at 01:23 - Comments
eskasetya
oks gan
14 January 10 at 11:48
kok yang Dini gak bisa di comment???????????? padahal dari kemaren pengen comment. gak sabar baca kelanjutannya. :)
20 January 10 at 01:52

(Lihat Faktanya) kami, para wanita sungguh sebenarnya tau

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.
fakta:
buat  yg cowo.. coba deh gambar cwe kalian dengan tampang jaiko… <cwe na dibikin gendut> pasti ngambek itu cwe… wkwkwkkwkwk yah klo ga ngambek setidak na cemberut dikit lah

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”
kalo misal na kita lagi ribut dan kita bilang “jadi skarang maunya bijimana?…. tau apa yg akan di jawab
jawaban 1. Ga tau ah terserah kamu aja
jawaban 2. Udh ah Kita Putus aj
dan alhasil pertengkaran malah makin besar
nah coba klo seandai na cowo na yg lagi diam trs masang wajah bosan… paling cuma didiemin doank… klo ga langsung deh di omelin dengan berkata “aku ga suka di diemin…”
coba donk sekali2 saat kami diam saat kami ksal… peluk kami dari blakang dan bilang… Maaf ya klo aku…(isi sendiri dah) maksud aku tuh…(isi sndiri lagi) <bbrp cwe pasti bilang “idih ngapain gw kyk gitu, emang gw apaan…”> yuk ngakak lagi

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)
kalian cuma akan berkata “ah gombal” (kalian tau ga klo kita sakit banget saat kita melakukan hal gitu lalu di bilang Gombal mentah2 walaupun cuma bercanda? sakit cici atau yg lebih sakit lagi… “tumben ngomong kyk gitu” <inget klo cwe ngomong kyk gitu artinya “ngapain lo kyk gitu… pasti ada maunya”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.
tau ga sih ketika kalian bilang “aihh si A ganteng banget….” kita tuh sakit banget.. dan apa yg terjadi klo kita para cowo cemburu? 80% kmungkinan pasti ribut… coba deh klo yg cowo bilang “aiihh si B cantik banget….” Bete ga tuh yg cwe2?…. lho kok yg cwe boleh bete yg cowo ga boleh bete ??? karena wanita ingin dimengerti? trs cowo gmn donk? dijajah wanita? hiks kasihani kami para pria cici………

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.
“makasiiiiiiihhhhhh” <that`s all????> saat kita capek2 membantu dan pada saat kita membantu bgitu kalian santai2.. cuma makasih aja? kita ingin 1 hal yg lebih.. nda bnyk kok… cuma mengalungkan kedua tangan kalian di leher kami sambil bilang makasih, yah syukur2 sih klo di kasih bonus

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).
kita ga pernah peduli cici… mw semaco apapun orang itu… sampai dewa pun akan kami lawan klo buat kamu orang yg kami sayang…. kami ga knal rasa takut akan kmatian jika untuk kamu………. jadi bukan maslah kami menang atau kalah…. tapi apakah cici bisa menerima kami apa adanya?

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2010 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)
cici……… kami mau kok nemenin kerumah.. tapi tunggu bntar ya. 2 mnit aj buat save file kami……. boleh ga?? ….. tapi coba deh skarang di balik… kita berjam2 nungguin kamu di tempat janjian tapi kamu na lama bangeeeetttttt…… kami ga ngeluh tuh kami cuma 2 mnit doank kok buat save file….. yah paling lama 10 mnit lah dengan 8 mnit extra ganti baju dan siapin motor/mobil buat mluncur ksana

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”
makasih udh diingetin… kami seneng kok di ingetin.

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.
cici… 1 hal yg bikin kami para cowo selalu pusing.. cici ga pernah mau kasih tau apa yg cici mau… kami para cowo… jgn kan cuma setangkai mawar… nyawa kami pun mau kok kami kasih buat cici… tapi kami cuma minta 1 hal……… kasih tau donk mau na cici… biar kita ga salah paham..^^

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.
saat kami berada disamping kalian, dan kalian sedang seperti itu… kami serba salah….. saat mencoba menghibur.. kalian ga mau di hibur… tapi klo kami na diem aj.. kalian malah marah ke kami… trs kami harus ngapain?? tolong donk kasih 1 hal atau 1 pernyataan aj yg kalian ingin kami lakukan. We love you.. we wanna see your smile not your tears…

Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)
sama kyk kasus na si achilles tadi lah….. nda perlu di bahas

Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis
Tnang aj cici…. kamu ga pernah kliatan jelek kok dimata kami…. sini nangis aj dipelukan kami…. kami seneng kok bisa menjadi shoulder to cry on kamu

Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.
memang bbrp cowo pengen cwe sexy toge bla bla bla… tapi tnang aj cici…. size doesn`t matter for us… bisa diperbaiki kok^^

Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lho….*bla.bla.bla”)
cici…. kami selalu ingin kalian jujur ke kami…. klo kalian sakit bilang sakit.. klo marah bilang marah < eh marah kok bilang2 > nda usah takut.. kami akan selalu ada untuk kamu…. <cie ilaah lebay banget seeh >

Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.

Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.
Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).
Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini.

man isn`t a prisoner of fate, but prisoner of their own minds
~A. Lincoln

“Tidak ada 1 orang pun didunia ini.. yg bisa mengerti satu sama lain dengan baik”
oleh karena itu… jangan paksa kami untuk mengerti kalian jika kalian sendiri tidak membantu kami untuk mengerti…. dan silahkan ktakan hal yang sama kepada kami bisa kami tidak membantu kalian untuk mengerti kami..

10 January 2010 at 00:04 - Comments

kami, para wanita sungguh sebenarnya tau..

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2010 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.

Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)
Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis

Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.

Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lho….*bla.bla.bla”)

Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.

Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.

Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).

Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini.

NB:
copy dari forum tetangga..semoga info ini menambah wawasan kita

9 January 2010 at 23:53 - Comments

Kenapa demi CINTA harus mati?

kenapa demi cinta harus mati?
kenapa demi kekasih hati nyawa di pertaruhkan?
tidak kah masih banyak pilihan?

aku gak ngerti perbuatan orang yg satu ini..
apakah karena sampe begitu cintanya, tergila-gila, sampe nyawa pun dia korbankan
mungkin beberapa orang menganggap dia bodoh, “stupid” sampe gak mikir demi cew sampe begitu
padahal masih banyak cew-cew yang lain..

tapi inilah hidup..
kita gak akan pernah tahu jalan takdir kita..
kita gak akan pernah mengerti akhir dari hidup kita
yang bisa kita lakukan adalah mencoba terbaik bagi diri kita dan orang lain disekita kita
semoga salah satu kisah dari saudara kita dibawah ini menjadi pelajaran bagi kita
terrutama buat kaum “ADAM”

Kenapa demi CINTA harus mati?

Guys… ada cerita heboh dari twitter(salah satu site jejaring sosial yg cukup ternama)
Cowo ini (Id twitternya @raassaa) rela meninggalkan dunia karena memendam perasaan cinta dan tidak bisa mengungkapkan isi hatinya kepada sang pujaan yang dikenalnya lewat twitter…

Ceritanya gini guys, mereka berkenalan lewat twitter, dan sering berbalas tweet di twitter, perkenalan mereka berlanjut ke YM, BBM, dan Telpon.
Seiring waktu berlalu, @Raassaa mulai mulai tumbuh benih-benih cinta, dan tweetnya sering berisi kata-kata tentang cinta…

Suatu saat, melalui Facebook, @Raassaa mengetahui kalo pujaan hatinya telah mempunyai kekasih, @Raassaa melihat status si cewe “In Relationship with”

Akhirnya @Raassaa berniat menemui pujaan hatinya. Kemudian mereka bertemu, namun @Raassaa tidak dapat mengungkapkan isi hatinya dan hanya bisa memendamnya…

Kebetulan gw follow twitternya @Raassaa, jadi gw tau apa aja yg diposting @Raassaa. Dan belum lama aku baca postingan terakhir @Raassaa:

bye beb… it’s my last tweet, nice to know u. In the end of my life, i can only give u a song,
heres the song http://bit.ly/6IZ2KK I LOVE U

3443v5v

dan gak lama setelah itu aku cek di salah satu  forum, klo @Raassaa udah gak ada…

aku download lagunya, trus aku dengerin… asli, aku merinding gan…
coba aja denger sendiri guys…

gosipnya dia nulis lagu itu pas dalam perjalanan pulang setelah bertemu pujaan hatinya…

poor him… mungkin dia memilih mati daripada hidup terbelenggu cinta, kira-kira gitu sih cerita yg bisa aku simpulin dari postingan-postingannya dia di twitter… sayang skrg udah pada di del postingan dia, hanya tinggal postingan dia yang terakhir…

link twitternya @Raassaa

UPDATE
info terakhir yang aku dapet dari sebuah temen di forum @Raassaa meninggal karena tenggelam, aku gak tau tenggelam dimana guys…

9 January 2010 at 23:44 - Comments

Vantage Point

vantage_point_08

Film ini ini  menceritakan tentang presiden AS Henry Ashton yang tertembak di depan Hotel Plaza Mayor, Salamanca, Spanyol. Hanya saja peristiwa tersebut terekam dalam 8 orang lengkap dengan sudut pandangnya masing-masing. Dan butuh 6 kali flashback dari peristiwa tersebut untuk menjelaskan tentang peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Bermula ketika pukul 12.00 siang. Terlihat iringan rombongan mobil yang membawa Presiden Henry Ashton menghadiri KTT di depan Plaza Mayor, Salamanca. Ia dikawal secara khusus oleh Thomas Barnes (Dennis Quaid) yang traumatis peristiwa penembakan presiden di masa silam. Barnes melihat sesuatu yang aneh di balik salah satu jendela yang lurus ke arah podium. Dan tembakan itu pun terjadi. Presiden terkapar. Kemudian disusul ledakan dahsyat. Kejadian ini disajikan dalam sudut pandang jurnalis senior (Sigourney Weaver) dan para kru liputannya.

Lalu film flashback lagi pada rombongan mobil presiden yang menuju Plaza Mayor. Hanya saja kali ini dari sudut pandang agen Barnes. Kemudian flashback kembali dengan sudut pandang Enrique (Eduardo Noriega), Howard Lewis (Forest Whitaker), Henry Ashton, dan point of view terakhir dari teroris itu sendiri.

Flashback dengan sudut pandang yang berbeda tersebut menyingkap peristiwa demi peristiwa yang sebenarnya terjadi dalam insiden penembakan itu. Termasuk partner Barner, agen Kent Taylor (diperankan si tampan Matthew Fox) yang menjadi secret service presiden padahal sebenarnya adalah teroris. Juga tentang kembaran presiden Ashton.

1 August 2009 at 14:43 - Comments
pertamax gan
17 August 09 at 04:53

Only Hope

“………
So I lay my head back down
And I lift my hands
and pray to be only Yours
I pray to be only Yours
I know now you’re my only hope
………”

dalam diam ku
aku ingin kamu jadi cahaya ku
penuntun dalam gelap langkahku
harapan kala semua  bisu

dalam tawa ku
aku ingin kamu jadi sumber semua inspirasiku
penjelas semua kebuntuan fikirku
harapan kala semua
sendu

dalam tangis ku
aku ingin kamu jadi penawar racun kesedihanku
penghibur semua kekacauan hatiku
harapan kala semua
kelabu

17 April 2009 at 01:50 - Comments

Bimbang…

aku bimbang….
aku resah…
aku bingung…
apakah ini nyata atau tidak..
apakah kau memang kembali…
atau ini hanya ilusi

buat aku tenang
buat aku paham
buat aku mengerti
buat aku percaya

bahwa kau miliku
bahwa kau menyayangiku
bahwa kau merindukanku
bahwa kau mencintaiku

…..

buat mu Alghaly…

29 March 2009 at 01:49 - Comments

DEWA PUN BERDUKA

NB(Numpang Bacot):
akulah dewa yang putus asa, kehilangan orang yang sangat aku cinta, seseorang yang hadir dalam rongga jiwa, seseorang yang membuat aku bisa bertahan disana (ROSE Online). tapi kini dia tlah tiada, aku hanya menyisakan luka untuknya, membuatnya menangis, andai saja waktu bisa ku ulang semua, cuma satu pinta ku…
“Kembalikan waktu itu….
agar aku bisa menjaganya
agar aku bisa lebih mencintainya
agar aku bisa lebih menyayanginya
agar aku bisa lebih menghargainya
agar aku bisa lebih mengertinya
agar aku bisa lebih merindukannya
agar aku bisa lebih..lebih dan lebih..untuk dirinya”

bagai dewa aku terdiam dan tak berkutik
aku lah dewa yang bisu dalam keheningan
aku lah dewa yang tuli dari semua kegaduhan
aku lah dewa yang buta akan cinta
dewa mu ini sekarang tak sempurna

ketika kau bawa pergi panah panah ku
ketika kau curi tombak kesayangan ku
adakalanya aku merasa hidup tanpa angin kencang
merasa bahagia tanpa persoalan
tanpa gangguan, tanpa cemas, tanpa rindu, tanpa kamu

bagaimana aku bisa bicara pada ilalang
kalau lidahnya melukai waktu ku sapa
bagaimana aku berteman dengan landak
kalau durinya menusuk waktu ku peluk

tapi lihat lah dewa mu saat ini
menangis di pojok dunia
berapa kali ku coba hidup tanpa bayang bayang ku
dewa mu ini berduka

13 March 2009 at 05:56 - Comments

T_T ^_^ >.<

mengapa engkau tak mampu mengucapkan kasih yg telah engkau rasakan
bukankah engkau mengajarkan sebuah kejujuran
cinta termanis tidak akan pernah kita rasakan untuk kedua kali
namun cinta itu akan terlahir untuk kesekian kali
mungkin terasa hambar, namun itulah sebuah pemahaman…
kita bukanlah yag pertama yg terlahir untuk sebuah cinta
namun kita ingin terlahir untuk yang terakhir demi sebuah kesetiaan cinta
meski ruang telah membatasi
meski waktu belum menjadi sebuah pemahaman abadi
meski masa belum berpijak dalam titian jalan ini
tetaplah menjadi dirimu yag tersenyum jika melihat bintang
tetaplah menjadi dirimu yg mencurahkan kasih jika mendengarkan nyanyian
tetaplah menjadi dirimu yang mampu mencurahkan cinta kasih dengan kejujuran
sesungguhnya seraya bayu yang berdesir menyambut datangnya kesejukan
aku menjelma dalam tiap cercah cahaya yang mengiringi bayu…
jika citamu terhenti dengan sebuah pemahaman yag tiada arti
raga inipun akan berhenti mengepakan sayapnya kembali

sejenak detak jantung ini berdegup mengingatmu, bukankah Engkau merasakan itu,,bidadariku…?
aku menemanimu di tiap malam yg gulita
jangan pernah merasa sendiri karena aku selalu bersamamu
menemani …
aku akan selalu bersama di tiap malam-mu
bersama bintang.. bersama senandung gubahanku…
Engkau tahu…
lumba-lumba kecil mengarungi belahan senja..
ia selalu belajar memahami masa dan musim
dengan suaranya ia memahami sekitar,
bukankah itu terasa sederhana…?
namun tahukah engkau itu sangat berarti untuknya…
dengan lentik matanya ia menerawang jauh ke depan
selayaknya…
keyakinan, kesungguhan, doa…
kita akan tertaut pada sebuah jalinan putihnya cinta

waktu akan menjawab semua,
tidakah air mata yang menetes tiada arti…?
tidakah tanya ingin menemukan jawabnya…?

aku sayang kamu….
aku mencintaimu karena aku mencintaimu…

6 March 2009 at 22:51 - Comments